Ya. sebentar lagi, beberapa hari lagi status saya akan berubah, Full time Mom be a working mom. Agak dilema memang waktu memutuskan untuk ingin bekerja lagi, ingin berkarir lagi mengingat masih berat meninggalkan Lana dirumah tanpa ada saya. Apalagi setahun ini saya selalu ada dirumah, nemenin Lana, setiap hari, jadi dia pasti akan merasa kehilangan kalau saya mulai kerja. Mungkin awalnya aja sih tapi lama kemudianpun saya yakin dia akan ngerti kalo saya gak dirumah karena saya kerja.
Awal tahun 2010 ini, setelah diskusi dengan suami akhirnya saya memutuskan untuk nyari kerja dengan catatan tempat kerjanya di Bogor atau minimal deket dengan Bogor, gak terlalu makan waktu dijalan. Disebarlah application letter saya ke beberapa perusahaan di Bogor, kalau gak salah sekitar bulan Februari 2010. Ada beberapa panggilan dan ikut proses seleksinya, tapi setelah itu gak dipanggil lagi a.k.a nggak lulus, hiks. Ternyata nyari kerja itu susah Loh!! apakarena saya sudah punya anak, apa karena usianya sudah 28tahun? ini selalu jadi alasan saya kalo saya gak ada panggilan lagi. Tapi bener itu Fakta. Masih banyak fresh graduate di luar sana yang nyari kerja dan tentunya dengan standard gaji yang lebih minimal.
Bulan Maret 2010 saya pernah ikut proses rekruitmen disalah satu banking di Bogor, disini. Di bulan Juli saya dipanggil lagi, dan ternyata langsung ditawarin offering letter untuk penempatan di Bogor, dan mulai kerja setelah lebaran 15September 2010. Alhamdulillah ya Allah. Ini rejeki Lana, anak saya. Mungkin yang telah baca blog saya sebelumnya FTM is Pengangguran? bertanya-tanya atau malah ‘menyindir’ karena dulu saya semangat menceritakan kebanggaan saya terhadap status saya as a FTM. Hidup itu adalah sebuah Pilihan. Satu setengah tahun yang lalu saya memilih sebagai Ibu Rumah Tangga, dan sekarang saya memilih sebagai pekerja Produktif, Ibu bekerja. Bukan karena saya egois, membiarkan anak saya dirumah dengan mba-nya, tetapi ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan saya yang bukan semata-mata faktor ekonomi (biasanya ibu bekerja menjadi faktor itu sebagai hal yang utama).
1. Saya adalah perempuan, menikah dan punya anak. Jarang loh perusahaan yang mau meng-hired karyawan ibu-ibu, punya anak, dengan dasar ‘kurang produktif lagi, pasti sering ijinlah, bagaimana kalo hamil lagi?. Beda kalo saya udah punya posisi manajerial sebelumnya. Pengalaman saya cuma staff di salah satun bank kecil.
2. Dari segi umur. Coba cek beberapa lowongan pekerjaan yang sering dimuat di koran atau di internet, usia maksimal 27tahun bukan?.
3. penempatan di Bogor. Yess, saya gak melihat deh saya kerja dimana, yang penting di Bogor dan sesuai dengan pengalaman kerja saya :)
4. Lana sebentar lagi 2yrs, dan akan masuk ke PG. Nantinya akan punya kegiatan sendiri. ALhamdulillah ada adek angkat saya yang saya boyong dari Makassar untuk jagain Lana kalo saya kerja lagi. Kebetulan karena suami saya sebagai SAHD (Stay at Home Dad), sambil kerja dia masih bisa mengontrol anak saya lagi ngapain, Mba-nya gimana kalo jagain Lana. Bahkan mama-pun saya boyong ke Bogor untuk nemenin Lana :)
5. Saya & suami memiliki cita-cita menyekolahkan anak saya ketempat Favorit, bahkan kuliah di Luar Negeri. Kami punya impian, dipensiun nanti kami mandiri, kami tidak akan merepotkan anak/cucu kami. Kami harus punya Investasi. Saya gak bisa dong mengandalkan Iyay untuk semua ini, bayar semua pengeluaran kami (Nyicil rumah, nyicil mobil, bayar premi asuransi, dan pengeluaran rutin lainnya), meskipun cukup tanpa saya gak berkerja tapi saya pengen punya andil dalam Financial rumah tangga saya. Kami punya Plan, dan waktunya kami harus berinvestasi.
6. Saya memiliki prestige sendiri, saya bisa beraktualisasi, dan bisa membanggakan kedua orang tua saya, yang pengen banget melihat anaknya kerja lagi.
Itulah menjadi alasan saya untuk memilih ini, sebagai working Mom. Bukan sebagai pembelaan ya, tapi itulah dasar pilihan saya. Mau FTM atau Working Mom, saya tetaplah seorang Ibu yang tugas utamanya menjaga putri kecil saya, menjaga rumahtangga saya. Boleh saja kuantitas saya dengan Lana menjadi berkurang tapi Insya Allah kualitasnya gak akan berkurang sedikit pun, Insya Allah. Semoga pilihan ini menjadi berkah untuk keluarga saya. Amin.


