Mrs/3daysafter

14 Desember 2008

14 Desember 2008 adalah tanggal kelahiran bayi pertama kami: Naylana Khansa Janeeta yang lahir secara C-Section (mengapa C-Section, nanti saya akan ceritakan). Lahir dengan berat badan 3,2kg. ‘Lana’ begitu kami memanggil putri kama ini. Sebenarnya sih dulu ketika dalam kandungan Iyay sering memanggilnya Janee, tapi saya kurang setuju kalo dipanggil dengan nama tersebut. Menurut saya Lana nama panggilan yang praktis dan mudah diinget sama orang.

Konon nama adalah doa, begitu juga saya dan suami memberikan nama Naylana (berasal dari kata Nayla yang berarti Suka Memberi), Khansa yang berarti Pejuang Muslimah dan Janeeta yang artinya pemberian dari Tuhan). Harapan kami bahwa Lana adalah Anugerah yang terbesar dari Allah SWT untuk saya dan Iyay dan kelak menjadi pejuang muslimah yang suka memberi / menolong, amin.

Sekarang saya akan menceritakan proses kelahiran Lana:

Jumat, 12 Desember 2008

Saya terkena batuk kering dan rencananya pulang kantor akan kontrol ke SPOG saya (dr. Lukmanul Hakim SPOG,MARS),  tapi karena ada acara kantor maka jadwal kontrolpun di re-schedule besoknya, Sabtu.

Sabtu, 13 Desember 2008

Saya mengalami demam tinggi dan hingga sore hari demam saya gak turun juga.  Saat itu juga ditemani mama (kebetulan Iyay lagi meeting di Jakarta) saya kontrol ke dr.Lukman dan hasilnya saya harus rawat inap untuk recovery demam saya (ternyata demam berbahaya bagi kehamilan).  Pukul 22.00 WIB saya cek darah dan hasilnya saya terkena gejala Tifus.

Minggu, 14 Desember 2008

Pukul 05.00am saya pendarahan dan ketika diperiksa ‘dalam’ oleh bidan yang jaga hari itu ternyata saya belum ada pembukaan sama sekali (Due date lahiran Lana sekitar tgl 4 Januari 2009).  Sambil menunggu dokter dateng, perawat memeriksa denyut jantung janin a.k.a CTG dan hasilnya Bintang-5 (saat itu saya masih bingung Bintang-5 artinya apaya, kalo hotel sih pastinya bagus tuh kalo udah bintang-5). Tapi firasat saya sih dah ngasih sinyal ada yang gak beres ini.  Dokter tiba pukul 10.00, setelah melakukan pemeriksaan dan membaca hasil CTG, Iyay pun dipanggil ke ruangan dokter dan hasilnya janin saya sudah kekurangan oksigen dan harus dilahirkan secepatnya. Firasat saya benar.  Saya yang kala itu dibantu pernapasan dengan dipasangi alat bantu hanya bisa menangis dan berharap bahwa anak saya bisa lahir dengan selamat dan sehat. Iyay pun menyemangati dan selalu menyemangati saya sampai ketika saya memasuki ruangan operasi.

Pukul 11.30wib alamdulillah Lana lahir dengan selamat, karena ketubannya sudah berwarna hijau, maka Lana harus melakukan serangkaian pemeriksaan, artinya saya belum bisa membawa anak saya pulang kerumah. Setelah 3 hari di RS dan hasil pemeriksaan DSA (dr. Novie) menunjukkan perkembangan yang baik pada Lana, tanggal 17 Desember 2008 Lana saya jemput di RS dan dibawa pulang kerumah, Alhamdulillah.

Klik untuk melihat ukuran lebih besar

Terima kasih ya Allah atas nikmat dan anugerah yang Engkau berikan kepada saya dan Iyay. Malaikat kecil kami, harapan kami dan Insya Allah kebanggaan kami, Amin.

3 comments
  1. [...] melakukan IMD karena kon­disi Lana yang harus segera diob­ser­vasi (sudah saya cer­i­takan di page sebelum­nya), dan kon­disi saya yang kurang baik ketika sete­lah dilakukan [...]

  2. Anthie Bubun nya Olel says: 1 year ago.

    Ipeh, huaaaaaaaaaaaaaaaaa
    acik,,acik,,acik nanti Onti Bubun Ulang tahun bareng kakak Lana nih, hehehe
    Tanggal lahir Lana sama Bubun sama nih, sama-sama 14 desember, uhuuuyyy,,,

    • Ipeh says: 1 year ago.

      @anthie: oh yah bareng ma Lana yak, 14 Desember. Aseekkk, kita bisa rayain bareng Bun *happy*

Post comment