Mrs/3daysafter

Lana: you’re not [baby] anymore

Tanggal 14 Desember 2010 kemaren, tepatnya sebulan yang lalu Lana berusia 2tahun. Meskipun udah lewat, tapi nulis tentang Lana gak akan pernah ada basinya. Sengaja blog ini saya banyak nulis tentang Lana, yang kelak dia bisa baca cerita tentang indahnya kehidupan dan perkembangan dia dari waktu ke waktu, dan betapa Bunda dan Ayahnya bangga akan Lana.

Sebenarnya gak ada yang spesial di birthday Lana kali ini, tidak seperti diusia dia setahun yang lalu, dimana saya dan Iyay sepakat merayakannya. Namun kali ini, tidak. Hanya cake blueberry small dan lilin angka 2 yang ada, namun semuanya menjadi spesial ketika saya & Iyay nyanyi happy birthday, Lana ikut tepok tangan dan nyanyi, dan bisa niup Lilin, husssss “yiyin ati (lilin mati)”, ucapnya :D. Saya dan Iyay menyediakan 2 bungkusan kado sebagai hadiah Ulang tahunnya. Playdoh dari Bunda dan Backpack Skiphop dari Ayah.

Rasanya waktu terlalu cepat berlalu. Baru kemaren saya merasakan sakitnya karena c-section yang mengharuskan Lana keluar sebelum duedate-nya, baru kemaren ngajarin Lana tengkurap, duduk, berdiri, jalan, sekarang udah bisa lari, teriak, nyanyi, marahin Bunda-nya, rebutan henpon, makan sendiri, gosok gigi sendiri. Namun, masih banyak pula pe-er yang harus dikerjakan sebagai orang tua, masih banyak waktu yang digunakan untuk dihabiskan bersama Lana. Dan masih banyak pelajaran hidup yang harus dibagi. Dan paling penting menjadikan Lana sebagai makhluk yang takut akan Tuhan dan mencintai Tuhan, Amin.

Happy birthday anakku, nafasku, hidupku. Berjuanglah selalu dijalan yang benar, jangan pernah takut, ada Bunda dan Ayah yang selalu menjagamu. kelak kau akan mengerti, betapa bangganya Bunda dan Ayah akan dirimu. I Love u my baby, oh No, you’re not Baby anymore..

Ketika menjadi working mom

Ketika menjadi working mom, rutinitas saya akhirnya berubah, hampir 180° berubah. Mulai dari jadwal bangun pagi, kegiatan bersama Lana yang  berkurang kuantitasnya, jarang ngeblog, dan jarang browsing lagi. Padahal semenjak Iyay menjadi working dad yang dulu-nya sebagai SAHD, leptopnya diwariskan ke saya dengan maksud yaa supaya saya tetap masih bisa browsing, ngeblog, dan ber-social networking. Tapi tetap aja, kalau udah pulang kerumah, maen sama Lana, ngelonin sampai tidur, makan dan ikutan tidur :)

Namun yang selalu menjadi dilemma hingga saat ini, adalah perasaan berat meninggalkan Lana di daycare. Ketika memutuskan untuk menjadi working mom, pilihannya Lana harus disekolahin. Sebelom berangkat kerja, saya dan Iyay nganterin Lana ke daycare-nya, maen sebentar dan ninggalin. Setiap ngelangkahin kaki meninggalkan sekolahnya, rasanya pengen nangis, pengen teriak, saya ibu yang egois,memilih kerja diluar daripada merawat anak dirumah L Perasaan itu selalu muncul tiap hari bahkan hingga detik ini.

Kemaren, ketika saya udah pamitan, udah dadah-dadahan, cipika cipiki, tiba-tiba lari ngejar saya manggil “ndaaaaaaaaaaaa…, ndaaaaaaa” (Bunda), meluk dan gak ngijinin untuk pergi. Berusaha saya tenangin, cerita, dan ngejelasin bahkan sempat saya nyanyi-nyanyi, Ngajakin masuk ke kelas ambil maenan favoritnya, dan ketika udah mulai tenang saya pamitan, tapi tidak seperti biasanya yang dadah-dadahin sambil, senyum dan kiss bye, namun kali ini tidak.

Di angkot, saya pengen nangis, saya sms suami cerita tentang ini dan kebetulan Iyay belum mereply sms saya kirim. Maafkan saya nak, maafkan saya Iyay. Mungkin saya termasuk Ibu dan Istri yang egois semoga kalian mengerti posisi Bunda, Bunda sayang sama kalian. Apa yang bunda pilih dan kerjakan sekarang ini untuk kita semua, untuk Lana khususnya.

I Love u Both :)

Selamat tahun baru 2011!

Beberapa jam lagi kita akan meninggalkan tahun 2010. Alhamdulilah resolusi yang pernah saya buat untuk tahun 2010 hampir semuanya terwujud, mulai dari resolusi untuk kehidupan pribadi, spiritual, keluarga, kerjaan dan finansial.  Dan yang paling penting syukur atas nikmat Allah yang berikan kepada saya, Iyay dan Lana. Bangga melihat perkembangan Lana yang mulai beranjak ke kids. Oh noo, perasaan baru kemaren melahirkan dia, ngajarin jalan, dan sekarang? udah bisa ngajakin saya berantem :). Hal yang paling lucu, waktu dia merebut henpon saya sambil ngomong “ndaaa itu mpon nana,nana mo ss” artinya “Bunda, itu handphone Lana, Lana mau sms“. Gubrakkk, anak sekecil ini udah bisa bilang SMS?? Yaahh, Lana skarang udah berusia 2 tahun 17 hari. Terima kasih Allah telah memberikan malaikat kecilku ini, dan Insya Allah tanggung jawab kami lebih besar untuk membesarkan di jalanMu.

Singkat cerita, bulan September 2010, saya mendapatkan pekerjaan setelah hampir 2 tahun saya berstatus FTM. Saya diterima di sebuah Bank swasta di Bogor dan ini sudah menjadi impian untuk bisa kerja di Bogor, seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya. Dan sejak itu pun saya memasukkan Lana ke PG + Daycare di Labschool IPB dan meninggalkan dia disana seharian, maafkan Bunda Nak, kelak kamu akan mengerti kenapa Bunda & Ayah melakukan ini.

Read more

Kamus besar dan keluarga baru bernama “The Urban Mama”

TUM? Jadi inget pertama kali join TUM karena suami saya, Iyay. Yaah, setelah sedikit dipaksa oleh Iyay, akhirnya saya pun join dengan forum ini dan sekarang? Saya jatuh cinta. Saya agak sering maksa ke temen, sodara untuk ikutan dengan satu alasan biar saya dan teman menjadi paling pinter dalam mengurus anak dan keluarga. Sombong banget ya kedengarannya? Tapi ini realita. Saya inget banget, teman saya nelpon cuma ingin nanya “Breast pump yang bagus apa ya, Peh? Peh, Ratu pupinya encer banget, kadang bisa sampai 5 kali sehari, kenapa ya?” atau “Baby bisa berenang mulai berapa bulan ya Peh?” Ah saya serasa dokter anak dan ahli produk bayi. Padahal saya mengenal dan tau istilah-istilah parenting itu dari TUM, The Urban Mama dimana saya dan suami menganggap bahwa TUM adalah kamus besar keluarga kami. Saya banyak belajar dari TUM, dari mamas-papas semuanya. Belajar bagaimana menjadi seorang Ibu yang terbaik untuk Lana, menjadi perempuan super dalam keluarga, menjadi seorang yang sangat produktif.

Ibarat sebuah kamus besar, TUM adalah sumber rujukan, setiap pemasalahan tentang parenting, buka TUM pasti ada penyelesainnya. Saya inget ketika Lana kena batuk pilek, mencoba membuka thread baru dan bertanya, beberapa menit kemudian ada yang  menjawab pertanyaan saya. Nanya tentang pasta gigi yang aman untuk anak usia setahun dan belom bisa spitt, langsung dijawab juga. TUM serasa menjawab semua permasalahan saya tentang anak, kapanpun di manapun. Tidak ada yang menggurui, menyalahkan atau menghakimi, semuanya memberikan masukan yang sangat informatif. Satu lagi, TUM kadang menjadi ‘racun’ buat saya. Bagaimana saya teracuni dengan product review dari mami Thalia tentang Stroller MacLaren Volo. Alhasil, saya dari Bogor menjelajahi beberapa mall dan ITC untuk mencari yang namanya Volo itu. Teracuni untuk selalu ikutan kopdar alias banci kopdar. Ini adalah moment yang paling seru karena bisa kenal mamas yang hebat yang menjadi anggota TUM dan bisa dapat voucher atau hadiah, yaaaayy :)

Read more

Herpes Zoster

Udah 4 hari ini sejak jumat 22 Oktober 2010 kemaren saya kena penyakit ini, Herpes Zoster. Namanya sih keren (kata temen mirip nama Kuda), tapi penyakitnya sama sekali gak keren. Herpes ini menyerupai cacar air, tapi bukan. Sebenarnya dulu saya udah kena cacar air tapi entah kenapa bisa kena ini. Setelah browsing disini saya baru mengerti bahwa setelah seseorang menderita cacar air, virus varicella-zoster akan menetap dalam kondisi dorman (tidak aktif atau laten) pada satu atau lebih ganglia (pusat saraf) posterior. Apabila seseorang mengalami penurunan imunitas seluler maka virus tersebut dapat aktif kembali dan menyebar melalui saraf tepi ke kulit sehingga menimbulkan penyakit herpes zoster.

Karena penyakit ini gampang banget menular,maka saya & suami memutuskan untuk mengungsikan Lana ke rumah neneknya, dan artinya saya harus berpisah untuk beberapa hari. Menurut dokter kesembuhan herpes ini minimal 7(tujuh) hari, catat Seminggu!, berarti selama itu pulak saya gak ketemu Lana. Inimah lebih sakit dibanding saya rasain herpes ini. Tapi saya gak boleh egois daripada Lana ketular. Karena menurut dokter yang saya kunjungi, usia anak >1tahun rentan tertular virus ini, Damn!!!

Read more